Suara di Atas Plafon
Sejak pindah ke rumah kontrakan itu, aku sering mendengar suara langkah kaki di atas plafon.
Padahal rumah itu tidak bertingkat.
Awalnya hanya malam hari. Pelan, seperti orang berjalan tanpa alas kaki.
Kresek… duk… kresek…
Aku pikir tikus.
Sampai suatu malam, langkah itu berhenti tepat di atas kepalaku.
Lalu terdengar suara… napas berat.
Aku memberanikan diri memanggil tukang.
Plafon dibuka.
Kosong.
Tidak ada tikus.
Tidak ada jejak.
Tidak ada lubang.
Tukang itu menatapku lama sebelum berkata,
“Mas… ini bukan pertama kalinya.”
Malam berikutnya, suara itu kembali.
Kali ini disertai bisikan lirih.
“Turun…”
Aku menutup telinga.
“Turun…”
Jam di ponselku menunjukkan 03.03.
Langkah itu bergerak cepat, berputar-putar, lalu… sesuatu jatuh ke plafon tepat di atas tempat tidurku.
DUK!
Debu berjatuhan.
Aku menjerit dan lari keluar rumah.
Aku menginap di rumah teman.
Besoknya, aku kembali untuk mengambil barang.
Plafon kamar retak panjang, seolah ditahan beban berat dari atas.
Di lantai, ada bekas telapak kaki basah, mengarah ke kamarku.
Bukan kaki orang dewasa.
Terlalu panjang.
Dan… jumlah jarinya enam.
Aku mencari tahu sejarah rumah itu.
Ternyata dulu, seorang pria tewas terjebak di atas plafon saat bersembunyi dari kejaran massa.
Ia tak pernah bisa turun.
Sejak itu, setiap malam jam 03.03…
Ia mencari pengganti.
Malam terakhirku, aku memberanikan diri tidur di sana.
Kupasang kamera menghadap ke langit-langit.
Pukul 03.03.
Plafon menggelembung.
Suara retakan.
Dan dari celah kecil… sebuah mata terbuka, menatap lurus ke arah kamera.
Kamera jatuh.
Pagi harinya, polisi menemukan rumah itu kosong.
Tidak ada aku.
Hanya satu rekaman video.
Menunjukkan seseorang…
berjalan pelan di atas plafon.


0 Response to "Suara di Atas Plafon"
Posting Komentar
"Jangan biarkan kolom ini kosong... kecuali Anda sedang tidak sendirian."