“Penunggu Shift Malam: Suara Ketikan dari Ruang Arsip Rumah Sakit”
Penunggu Shift Malam: Suara Ketikan dari Ruang Arsip Rumah Sakit
Tidak semua yang bekerja di rumah sakit bertugas menyelamatkan nyawa.
Sebagian… hanya menunggu.
Namaku Ardi, petugas administrasi shift malam di sebuah rumah sakit tua di pinggiran kota. Bangunan itu sudah berdiri sejak zaman Belanda. Banyak ruangan lama yang tak lagi dipakai, termasuk ruang arsip di lantai tiga.
Setiap malam pukul 02.17, selalu terdengar suara aneh.
Tik… tik… tik…
Seperti suara orang mengetik di mesin tik tua.
Awalnya kupikir hanya suara pipa atau tikus. Tapi malam itu, suara itu terdengar jelas… dan teratur.
Aku memberanikan diri naik ke lantai tiga.
Lampu lorong berkedip. Udara dingin menusuk.
Pintu ruang arsip terbuka sedikit.
Saat aku mengintip ke dalam…
aku melihat seorang perawat berseragam lama, duduk membelakangiku.
Tangannya bergerak cepat di atas meja.
Tik… tik… tik…
“Bu…?” suaraku gemetar.
Dia berhenti mengetik.
Pelan-pelan kepalanya berputar 180 derajat.
Wajahnya pucat, matanya hitam tanpa bola mata.
“Datamu belum lengkap…” katanya lirih.
Aku lari.
Keesokan harinya, aku cerita ke satpam senior. Wajahnya langsung tegang.
“Itu perawat arsip,” katanya pelan.
“Meninggal tahun 1998. Bunuh diri karena dituduh memalsukan data pasien.”
Aku mengira ceritanya berakhir di situ.
Sampai aku mengecek komputer administrasi.
Ada satu data baru yang masuk pukul 02.17.
Nama pasien: Ardi
Status: MENUNGGU
Sejak malam itu, aku tak pernah berani ambil shift malam lagi.
Tapi setiap jam 02.17,
ponselku selalu bergetar.
Notifikasi kosong.
Tanpa pesan.
Seolah…
seseorang sedang mengetik namaku.
- cerita horor rumah sakit
- kisah nyata shift malam
- cerita seram penunggu rumah sakit
- cerita horor terbaru

0 Response to "“Penunggu Shift Malam: Suara Ketikan dari Ruang Arsip Rumah Sakit”"
Posting Komentar
"Jangan biarkan kolom ini kosong... kecuali Anda sedang tidak sendirian."